Sejak AI Overviews, ChatGPT, dan berbagai mesin pencari berbasis AI mulai mengubah cara orang mencari informasi, banyak brand berlomba-lomba menerapkan berbagai strategi untuk beradaptasi. Apalagi, muncul berbagai istilah baru seperti GEO, AEO, AIO, hingga LLMO yang membuat banyak orang bingung harus mulai dari mana.
Danny Sullivan, Search Liaison sekaligus direktur di Google Search, memiliki jawaban yang lebih sederhana. Dalam keynote-nya di WordCamp US, ia menyampaikan satu kalimat yang kini menjadi acuan bagi banyak praktisi SEO, yaitu "Good SEO is good GEO". Artinya, SEO yang baik secara otomatis juga merupakan GEO yang baik. Lalu, apa sebenarnya GEO?
Generative Engine Optimization atau GEO secara sederhana adalah strategi untuk mengoptimalkan konten agar mudah ditemukan, dipahami, dan dikutip oleh sistem AI generatif seperti Google AI Overviews, ChatGPT, atau Perplexity.
Bedanya dengan SEO konvensional adalah, GEO lebih fokus pada bagaimana konten bisa muncul dan dirujuk dalam jawaban AI. Jadi, tidak hanya sekadar tampil di halaman hasil pencarian.
Baca juga: Benarkah Normal SEO Sudah Cukup Untuk AI Overview?
Benarkah Good SEO Is Good GEO?
Pernyataan Sullivan bukan sekadar slogan tanpa dasar. Ia menjelaskannya secara gamblang di depan ribuan peserta WordCamp US, dan pandangan ini sejalan dengan pernyataan sejumlah expert penting lainnya di Google.
Pernyataan Langsung di WordCamp US
Dalam sesi tanya jawab, Sullivan menegaskan bahwa hal-hal mendasar dalam SEO tidak pernah berubah. Istilahnya boleh berganti dari SEO, GEO, AEO, AIO, hingga "LMNOPO" yang ia sebut sambil bercanda.
Menurutnya, SEO sejak dulu bukan hanya tentang masuk ke halaman pertama di SERP Google. SEO adalah memahami bagaimana orang mencari informasi, lalu memastikan konten ada di sana. Intinya, SEO yang baik adalah konten yang baik untuk manusia, dan itulah yang selalu dicari oleh sistem Google.
Didukung Gary Illyes dan John Mueller
Sullivan bukan satu-satunya expert Google yang menyuarakan pandangan ini. Gary Illyes sebelumnya juga menyampaikan hal senada, bahwa yang perlu dilakukan brand hanyalah menjalankan SEO secara normal.
John Mueller, dalam podcast Search Off the Record, turut menegaskan bahwa sinyal ranking untuk pencarian berbasis AI sebenarnya sama dengan sinyal SEO tradisional, yaitu relevansi, keahlian, otoritas, dan kualitas konten.
Kenapa SEO Fundamental Tetap Jadi Kunci di Era GEO?
Meski format tampilan hasil pencarian berubah, prinsip yang membuat konten bisa ranking di SERP, ternyata masih sama seperti sebelumnya. Mengapa demikian?
Konten Ditulis untuk Manusia, Bukan Algoritma
Sistem AI generatif dilatih dengan miliaran teks berkualitas tinggi, sehingga secara alami lebih menyukai konten yang jelas, mudah dipahami, dan terstruktur secara logis. Konten yang penuh keyword stuffing justru sulit diproses, baik oleh manusia maupun oleh model AI.
Orisinalitas dan Otoritas Masih Jadi Pembeda
Google secara eksplisit menyebut pentingnya konten yang unik, yang tidak sekadar mengulang informasi umum. Halaman dengan riset orisinal, data eksklusif, atau opini ahli lebih sering muncul di AI Overviews dibandingkan konten generik yang hanya menyadur ulang informasi yang sudah tersedia di internet.
Pengalaman Pengguna Tetap Berpengaruh
Kecepatan situs, stabilitas, dan kenyamanan navigasi tetap menjadi faktor yang memengaruhi apakah konten dapat di-crawl dan dirujuk oleh sistem AI. Situs yang lambat atau sulit diakses berisiko tidak terindeks dengan baik, sehingga peluangnya untuk muncul di jawaban AI ikut mengecil.
Tantangan Baru di Era The Great Decoupling
Meski fondasinya sama, bukan berarti tidak ada tantangan baru yang perlu disikapi oleh para praktisi SEO saat ini.
Impresi Naik, tapi Klik Menurun
Salah satu isu yang diangkat dalam sesi tanya jawab bersama Sullivan adalah fenomena "the great decoupling". Kondisi ini terjadi ketika impresi sebuah situs meningkat, tetapi jumlah klik justru menurun karena AI Overviews sudah memberikan jawaban secara langsung.
Sullivan mengakui bahwa akan ada kendala sepanjang proses ini. Google disebut masih terus mencari cara untuk menyeimbangkan kepentingan publisher dengan kebutuhan pengguna akan jawaban instan.
Baca juga: Agentic Browsing di PageSpeed Insights, Fitur Baru untuk Website
Metrik Baru yang Perlu Mulai Dipantau
Traffic klasik tidak lagi dapat menjadi indikator penilaian performa secara menyeluruh. Banyak praktisi kini mulai memantau metrik tambahan seperti frekuensi kemunculan brand dalam jawaban AI, konsistensi entitas brand, serta seberapa sering konten tersebut dikutip oleh platform seperti ChatGPT atau Perplexity.
Metrik-metrik ini bersifat melengkapi, bukan menggantikan indikator SEO tradisional seperti ranking dan klik.
Pesan dari Danny Sullivan sebenarnya sederhana. Jangan panik, dan jangan buru-buru mengganti seluruh strategi hanya karena ada istilah baru bernama GEO.
Selama sebuah brand konsisten membangun konten yang jujur, orisinal, mudah dipahami, dan benar-benar menjawab kebutuhan audiens, brand tersebut sudah berada di jalur yang tepat, baik untuk mesin pencari tradisional maupun mesin pencari berbasis AI.
Jika ingin memastikan strategi konten Anda efektif untuk SEO dan siap menghadapi era GEO, tim Crawl Compass bisa membantu audit dan menyusun strategi kontennya dari awal. Konsultasikan kebutuhan SEO bisnis Anda melalui layanan kami untuk mulai membangun konten yang relevan di Google maupun AI Overview.



