Skip to main content

Apa Itu Evergreen Content? Ketahui Manfaat dan Contohnya

Pengertian, ciri-ciri, dan cara membuat evergreen content

Evergreen content adalah konten yang tetap tumbuh dan dicari pembaca meski sudah lama dipublikasikan. Artikel ini membahas pengertian, manfaat, dan cara membuatnya agar traffic website tetap stabil.

Jika Anda menemukan artikel lama yang ternyata masih sering muncul di hasil pencarian Google, bisa jadi itu contoh evergreen content. Banyak pemilik website bertanya, apa itu evergreen content dan kenapa jenis konten ini disebut kunci traffic jangka panjang?

Berbeda dengan konten viral yang ramai sesaat lalu ditinggalkan, evergreen content justru terus dicari pembaca dari waktu ke waktu. Strategi ini menjadi andalan banyak content marketer karena mampu mendatangkan traffic organik secara konsisten tanpa harus terus-menerus membuat artikel baru.

Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, contoh, manfaat untuk SEO, hingga cara membuat evergreen content yang efektif. Simak sampai selesai ya!

Apa Itu Evergreen Content?

Evergreen content adalah konten yang membahas topik stabil sehingga tetap relevan dibaca kapan saja, jauh berbeda dari artikel tren yang cepat basi.

Evergreen content adalah jenis konten yang tetap relevan dan bermanfaat bagi pembaca dalam jangka waktu panjang. Istilah ini diambil dari tanaman yang tetap hijau sepanjang musim, menggambarkan konten yang tidak lekang oleh waktu.

Berbeda dengan berita atau tren viral, evergreen content dirancang untuk terus dicari kapan pun pembaca membutuhkannya. Contohnya, artikel "cara menurunkan berat badan" atau "apa itu SEO" akan selalu punya pembaca baru meski sudah dipublikasikan bertahun tahun lalu.

Menurut Ahrefs, sebuah konten bisa disebut evergreen apabila memenuhi dua syarat. Pertama, membahas topik yang intinya tidak berubah. Kedua, mampu mempertahankan relevansi dengan pembaruan seminimal mungkin.

Jadi, apa itu evergreen content secara utuh? Jawabannya bukan hanya konten yang tidak basi, melainkan konten yang dibangun di atas topik stabil dan tetap dijaga kualitasnya.

Baca juga: Ketahui Jenis-Jenis Konten Berdasarkan Format dan Tujuannya

Ciri-Ciri Utama Evergreen Content

Konten evergreen punya ciri khas seperti topik timeless, minim update besar, dan volume pencarian yang stabil sepanjang tahun.

Sebelum menulis evergreen content, ada baiknya Anda mengenali dulu ciri-cirinya. Berikut lima ciri utama yang bisa dijadikan checklist.

  • Membahas topik timeless: solusi atau informasi yang dibutuhkan orang kapan saja, bukan hanya pada momen tertentu.
  • Minim kebutuhan update besar: perubahan biasanya hanya pada data atau contoh, bukan konsep intinya.
  • Bersifat informasional: umumnya berbentuk panduan, definisi, tutorial, atau jawaban atas pertanyaan umum.
  • Tidak terikat tanggal, tren, atau tools tertentu: hindari referensi musiman atau produk yang mudah berubah.
  • Volume pencarian relatif stabil: bisa dicek lewat Google Trends, grafiknya cenderung datar sepanjang tahun.

Topik, Format, dan Contoh Konten Evergreen

Contoh konten evergreen bisa berbentuk panduan how to, listicle, FAQ, hingga glosarium yang semuanya dibangun di atas topik evergreen yang stabil.

Setelah memahami ciri-cirinya, Anda juga perlu tahu bedanya topik evergreen dengan konten evergreen itu sendiri. Bagian ini juga membahas format populer dan cara membedakannya dari konten tren.

Bedanya Topik Evergreen dan Evergreen Content

Topik evergreen adalah inti konsep yang stabil dari waktu ke waktu. Sementara itu, evergreen content adalah konten yang dibuat berdasarkan topik evergreen tersebut. Meski topiknya stabil, konten tetap butuh maintenance karena persaingan dan lanskap digital terus berubah.

Aspek

Topik Evergreen

Evergreen Content

Definisi

Inti konsep yang stabil

Konten yang dibangun di atas topik evergreen

Sifat

Cenderung tidak berubah

Perlu perawatan berkala

Contoh

Bunga majemuk, cara menabung

Artikel "Apa Itu Bunga Majemuk dan Cara Menghitungnya"

Kebutuhan update

Sangat minim

Ada, statistik dan contoh bisa usang

Format dan Contoh Konten Evergreen yang Populer

Ada beberapa format yang paling sering digunakan untuk membuat konten evergreen. Berikut beberapa contoh konten evergreen yang dapat mendatangkan traffic secara konsisten.

  • How-to: berisi panduan, misalnya "Cara Membuat Blog dari Nol".
  • Listicle: misalnya "10 Buku Wajib Dibaca untuk Pemula".
  • FAQ: kumpulan pertanyaan umum seputar suatu topik.
  • Glosarium: daftar istilah teknis dalam suatu bidang.
  • Studi kasus: yang prinsipnya masih relevan meski waktu telah berlalu.
  • Tools gratis: biasanya berupa kalkulator yang terus dipakai ulang oleh pengunjung.

Evergreen vs Konten Tren atau Musiman

Selain evergreen, ada dua jenis konten lain yang perlu dibedakan. Konten tren membahas topik yang cepat naik lalu cepat ditinggalkan, sedangkan konten musiman hanya relevan pada periode tertentu seperti promo Ramadan.

Evergreen content berbeda dari keduanya karena dirancang untuk tetap dicari sepanjang tahun tanpa bergantung pada momen tertentu.

Kenapa Evergreen Content Penting untuk SEO?

Contoh konten evergreen bisa berbentuk panduan how to, listicle, FAQ, hingga glosarium yang semuanya dibangun di atas topik evergreen yang stabil.

Evergreen content bukan cuma soal konten yang awet. Ada beberapa manfaat nyata yang bisa dirasakan pada performa SEO website Anda.

1. Traffic Organik yang Stabil dan Berkelanjutan

Evergreen content adalah aset yang terus mendatangkan pengunjung tanpa harus membuat artikel baru secara terus-menerus. Data dari HubSpot yang dikutip Distribute Digital menunjukkan bahwa hanya sekitar 10% postingan blog yang bersifat compounding, namun kontribusinya mencapai 38% dari total traffic blog.

Konten yang terus dicari dan dianggap bermanfaat lebih mudah mendapat backlink alami dari situs lain. Semakin banyak traffic dan backlink yang terkumpul, semakin kuat pula sinyal otoritas domain di mata mesin pencari.

3. Lebih Efisien dari Segi Waktu dan Biaya

Riset Ahrefs terhadap satu juta URL menemukan rata-rata halaman peringkat pertama Google berusia sekitar lima tahun. Bahkan, 72,9% halaman di posisi 10 besar berumur lebih dari tiga tahun, menunjukkan evergreen content yang dirawat baik jauh lebih efisien dibanding membuat konten baru terus menerus.

Cara Membuat Evergreen Content yang Efektif

Evergreen content adalah investasi konten jangka panjang yang terus bertumbuh nilainya selama dirawat dan diperbarui secara berkala.

Setelah tahu manfaatnya, saatnya masuk ke praktik. Berikut enam langkah yang bisa Anda terapkan mulai dari riset topik hingga promosi konten.

1. Pilih Topik dan Kata Kunci yang Timeless

Mulailah dengan riset topik evergreen menggunakan Google Trends atau Keyword Planner. Cari longtail keyword dengan volume pencarian yang relatif stabil dan hindari topik yang bergantung pada tren.

2. Riset Search Intent dan Subtopik Pendukung

Pastikan konten tersebut benar-benar menjawab kebutuhan pencari. Analisis halaman teratas untuk kata kunci target guna menemukan subtopik yang sebaiknya ikut dibahas.

3. Terapkan SEO On Page dengan Tepat

Letakkan keyword utama di judul, URL, dan meta description secara alami. Gunakan heading yang terstruktur, tambahkan alt text pada gambar, dan sisipkan internal link ke artikel relevan.

4. Hindari Angle yang Cepat Basi

Jangan gunakan referensi budaya pop, tahun spesifik, atau frasa seperti "tahun ini" yang membuat konten cepat terasa usang. Fokuslah pada konsep inti, bukan contoh sesaat.

5. Update dan Refresh Konten Secara Berkala

Meski intinya stabil, evergreen content tetap di-maintenance secara berkala. Beberapa studi menemukan sekitar 85% sumber yang dikutip AI Overviews berasal dari konten yang dipublikasikan dalam dua tahun terakhir.

6. Promosikan Konten agar Terus Ditemukan

Jangan biarkan evergreen content terkubur di blog. Promosikan lewat media sosial, newsletter, dan internal linking dari artikel lain yang relevan.

Baca juga: Ketahui 7 Strategi Konten SEO Agar Ranking Website Meningkat

Evergreen Content adalah Investasi Konten Jangka Panjang

Pada akhirnya, evergreen content adalah kombinasi antara pemilihan topik yang tepat dan perawatan yang konsisten. Bukan sekadar dipublikasikan lalu ditinggalkan, melainkan aset digital yang perlu terus dijaga relevansinya.

Menyusun strategi evergreen content yang tepat dan menjaga performanya memang tidak selalu mudah dilakukan sendiri. Oleh karena itu, Crawl Compass siap membantu Anda membangun strategi konten yang optimal untuk SEO jangka panjang. Kontak kami dan konsultasikan kebutuhan jasa SEO dan konten Anda sekarang.


Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud konten evergreen?
Konten evergreen adalah konten yang tetap relevan dan bermanfaat bagi pembaca dalam jangka waktu panjang, berbeda dari konten berita atau tren yang cepat usang.
Evergreen apa maksudnya?
Istilah evergreen berasal dari tanaman yang tetap hijau sepanjang musim. Dalam konteks konten, istilah ini menggambarkan tulisan yang tidak layu dan terus relevan meski waktu berlalu.
Apa perbedaan konten evergreen dan konten trending?
Konten evergreen membahas topik yang selalu dicari sepanjang waktu dengan traffic cenderung stabil. Konten trending membahas isu yang sedang viral dan traffic-nya biasanya melonjak sesaat lalu menurun drastis.
Bagaimana membuat konten evergreen untuk affiliate?
Pilih topik seputar kebutuhan produk yang selalu dicari, gunakan format panduan atau perbandingan, dan hindari menyebut harga atau promo spesifik yang mudah berubah.
Apa saja ide konten abadi atau evergreen content?
Beberapa ide populer antara lain panduan how to, listicle tips, FAQ seputar suatu topik, glosarium istilah, studi kasus, serta tools atau kalkulator gratis yang terus dipakai berulang oleh pengunjung.

Bacaan terkait

Dapatkan Search Journal di inbox Anda.

Artikel dan riset baru, dikirim saat kami publikasikan.