Google menambahkan kategori audit baru bernama Agentic Browsing ke PageSpeed Insights melalui pembaruan Lighthouse 13.3. Kategori ini muncul berdampingan dengan Performance, Accessibility, Best Practices, dan SEO, serta menilai kesiapan halaman web untuk digunakan oleh AI agent melalui serangkaian pemeriksaan terstruktur seperti accessibility tree, stabilitas layout (CLS), dan keberadaan llms.txt, dengan tetap berstatus eksperimental dan belum menjadi faktor ranking Google Search secara langsung.
Google PageSpeed Insights kini menampilkan kategori baru bernama "Agentic Browsing". Kategori ini muncul berdampingan dengan Performance, Accessibility, Best Practices, dan SEO yang selama ini sudah dikenal banyak pemilik website.
Perubahan ini berasal dari rilis Lighthouse 13.3 yang untuk pertama kalinya memasukkan Agentic Browsing sebagai kategori default. Sejak saat itu, setiap laporan PageSpeed Insights untuk URL baru akan menampilkan bagian Agentic Browsing secara otomatis, tanpa perlu mengaktifkan opsi tambahan.
Dalam dokumentasi resminya, Agentic Browsing digambarkan sebagai kategori audit yang memeriksa apakah halaman web cukup jelas dan stabil untuk digunakan oleh AI agent, yakni sistem otomatis yang dapat membaca halaman, memahami elemen interaktif, dan melakukan tindakan tertentu atas nama pengguna.developer.
Berbeda dari kategori lain yang memakai skor 0-100, Agentic Browsing menampilkan rasio jumlah pemeriksaan yang lolos, misalnya 3/3, karena Google masih mengembangkan standar dan cakupan audit untuk skenario penjelajahan berbasis agent.
Baca juga: Google Tambahkan Pengecekan llms.txt ke Chrome Lighthouse
Apa Saja yang Dinilai dalam Fitur Agentic Browsing?
Kategori ini menjalankan beberapa audit yang saling berkaitan satu sama lain. Mulai dari struktur teknis halaman sampai keberadaan file khusus untuk AI, semuanya ikut diperiksa.
1. Struktur Accessibility Tree
Audit ini memeriksa apakah accessibility tree sudah terbentuk dengan baik. Accessibility tree adalah representasi halaman yang dipakai teknologi bantu untuk mengenali elemen seperti tombol, tautan, gambar, dan formulir.
Tombol dan tautan perlu memiliki nama serta peran yang jelas agar dapat dibaca mesin. AI agent mengandalkan struktur ini karena lebih cepat diproses dibandingkan kode HTML penuh atau tangkapan layar.
2. Stabilitas Layout atau CLS
Cumulative Layout Shift tetap menjadi indikator penting. Jika elemen halaman bergeser saat dimuat, AI agent yang mengambil tangkapan layar bisa kehilangan posisi target atau salah membaca konten.
Penyebabnya biasanya sama seperti sebelumnya, yaitu gambar tanpa dimensi tetap, iklan yang muncul mendadak, atau font yang terlambat dimuat.
3. Validasi llms.txt
llms.txt adalah file ringkasan di root domain yang menjelaskan isi situs kepada AI agent. Adanya audit memeriksa apakah file ini ada, punya heading H1, cukup panjang, dan mengandung tautan yang relevan.
Meski begitu, file ini belum wajib. Keberadaannya juga bukan jaminan situs akan tampil di jawaban AI.
4. Implementasi WebMCP
WebMCP adalah API yang memungkinkan website mengekspos perintah tertentu agar bisa dipakai langsung oleh AI agent. Contohnya lewat anotasi pada formulir yang sudah sesuai skema yang diharapkan.
Bagian ini masih tergolong eksperimental. WebMCP lebih relevan untuk situs dengan interaksi kompleks dibanding blog atau media sederhana.
Mengapa Fitur Ini Muncul Sekarang?
Kemunculan Agentic Browsing beriringan dengan makin banyaknya trafik otomatis yang mengunjungi website. Beberapa faktor berikut jadi alasan utamanya.
- Pergeseran jenis pengunjung otomatis: Selama puluhan tahun, pengunjung otomatis sebagian besar adalah crawler mesin pencari yang hanya membaca dan mengindeks halaman.
- AI agent kini aktif menjelajah: Alat seperti asisten AI dan fitur ringkasan pencarian aktif menjelajahi halaman, membaca isinya, lalu memutuskan apa yang direkomendasikan kepada pengguna.
- Pengaruh terhadap visibilitas bisnis: Kesiapan sebuah website terhadap AI agent mulai memengaruhi apakah bisnis tersebut disebut atau direkomendasikan dalam jawaban berbasis AI.
- Belum jadi faktor ranking, tapi tetap relevan: Kategori ini belum menjadi faktor ranking pencarian secara langsung, namun area yang diperiksa seperti aksesibilitas dan stabilitas layout memang sudah lama berkaitan dengan kualitas pengalaman pengguna secara umum.
Bagaimana Cara Meningkatkan Skor Agentic Browsing?
Perbaikan yang dibutuhkan sebagian besar merupakan fondasi teknis yang juga bermanfaat bagi pengunjung manusia. Berikut beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan.
1. Rapikan Elemen Interaktif dan Label
Banyak kegagalan Agentic Browsing diakibatkan terdapat eror pada elemen UI yang dibuat secara kustom. Mulai dari tombol ikon, modal, atau komponen JavaScript yang tidak memiliki nama dan peran yang jelas dalam accessibility tree.
Untuk mencegahnya, para developer mulai meninjau ulang komponen desain mereka, yaitu memastikan setiap tombol teks atau memberinya label ARIA, setiap ikon dipastikan dapat diklik, dan setiap elemen heading serta landmark cukup konsisten, agar lebih mudah dipahami pembaca maupun AI agent.
2. Kurangi Pergeseran Layout
Dari sisi layout, audit Agentic Browsing banyak menyoroti soal pergeseran ikon akibat adanya slot iklan, banner promo, atau widget dari pihak ketiga yang baru muncul setelah laman tampak selesai dimuat.
AI agent butuh layout yang tidak banyak bergeser agar lebih mudah menemukan dan mengklik elemen-elemen penting. Oleh karena itu, pengembang perlu menyiapkan ruang tetap untuk iklan dan gambar, serta menunda pemuatan elemen tambahan, agar tata letak halaman tidak terkesan ‘loncat’ setelah pertama kali dimuat.
3. Siapkan File llms.txt
Buat file llms.txt sederhana di root domain yang berisi heading H1 atau berbasis Markdown. Misalnya, https://example.com/llms.txt berisi nama, deskripsi singkat tujuan atau topik utama, serta tautan ke halaman penting seperti dokumentasi, pusat bantuan, atau produk. Format ini bermanfaat untuk situs dengan konten dokumentasi, knowledge base, atau SaaS berskala besar.
Selama kontennya ringkas dan konsisten dengan struktur website, langkah ini cukup cepat dilakukan dan dapat membantu audit Agentic Browsing mengenali konteks website Anda. Anda juga dapat memeriksa hasil audit secara berkala melalui API resmi PageSpeed Insights untuk memantau perubahan skor dari waktu ke waktu.
Baca juga: Adopsi AI Terus Meluas ke Seluruh Dunia, Ini Fakta Terbarunya
Jadi, Apakah Website Anda Sudah Siap Dibaca AI?
Pengkategorian baru Agentic Browsing di PageSpeed Insights menandai cara baru Google mengaudit kualitas halaman. Tidak hanya untuk mengetahui seberapa cepat dimuat, tetapi juga seberapa siap digunakan oleh AI agent.
Hasil audit ini sebaiknya dibaca sebagai panduan optimasi teknis yang akan menguntungkan pengguna manusia sekaligus mempersiapkan situs Anda untuk menghadapi peningkatan trafik dari AI.
Jika Anda ingin terus mengikuti perkembangan seputar AI, SEO dan beberapa insight seputar digital marketing lainnya, jangan lewatkan pembahasan terbaru di Crawl Compass. Baca juga kumpulan artikel seputar AI dan SEO di halaman berikut. Kunjungi laman Crawl Compass dan dapatkan jasa AI SEO yang sesuai kebutuhan Anda. Konsultasi sekarang →



