Benarkah Google Bard adalah awal mula Gemini? Ya. Perlu Anda ketahui, Google Bard adalah chatbot AI buatan Google yang diluncurkan sejak Maret 2023. Aplikasi ini dibangun menggunakan teknologi LaMDA dan PaLM 2.
Anda bisa menggunakannya untuk menjawab pertanyaan secara real-time, memperoleh informasi, meringkas artikel, bahkan untuk coding. Hal tersebut karena Google Search tidak dirancang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu.
Hasil pencarian Google biasanya hanya berupa halaman penuh tautan yang harus Anda buka satu per satu, lalu dibaca, kemudian Anda filter sendiri. Celah itulah yang dimanfaatkan oleh Google Bard.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang apa itu Google Bard, cara kerjanya, fitur-fiturnya, serta perbandingannya dengan ChatGPT. Jadi, simak terus ya!
Apa Itu Google Bard?

Google Bard adalah chatbot AI eksperimental buatan Google yang pertama kali diperkenalkan pada Februari 2023 dan resmi diluncurkan ke publik pada 21 Maret 2023. Berbeda dengan Google Search yang menggunakan keyword, Bard dirancang untuk menjawab pertanyaan sehari-hari, seperti mengobrol dengan asisten, daripada mengetik query di search engine.
Nama "Bard" dipilih karena memiliki makna filosofis tersendiri. Dalam dunia sastra, kata tersebut bermakna penyair atau pendongeng, karena fasih merangkai kata dan makna.
Nama tersebut dipilih karena merepresentasikan tujuan Google yang ingin membuat AI yang bisa berdiskusi dengan penggunanya, dan tidak hanya menjawab seperti search engine biasa.
Google Bard memang dibuat sebagai pelengkap ekosistem Google, dan terhubung langsung dengan Gmail, Google Drive, dan Google Maps. Kemudian, pada 8 Februari 2024, Google secara resmi mengganti nama Bard menjadi Gemini.
Sundar Pichai, CEO Google, menjelaskan bahwa nama baru ini ingin merepresentasikan teknologi saat ini yang lebih canggih. Meski demikian, Google Bard juga perlu Anda pahami karena Gemini merupakan kelanjutan langsung dari cikal bakal yang dibangun oleh Bard.
Bagaimana Cara Kerja Google Bard?

Cara kerja Google Bard hampir sama dengan menggunakan AI pada umumnya. Anda cukup membuka platform, mengetikkan pertanyaan atau perintah, lalu Bard akan merespons dalam hitungan detik. Di balik user interface-nya yang sederhana, ada dua teknologi utama yang menggerakkan Bard.
1. LaMDA
Google Bard awalnya dibangun menggunakan LaMDA (Language Model for Dialogue Applications). Model bahasa ini dikembangkan oleh Google khusus untuk percakapan dua arah. LaMDA dilatih menggunakan kombinasi data percakapan manusia dan konten web publik, sehingga lebih peka terhadap konteks dan gaya bahasa sehari-hari.
Keunggulan model bahasa ini terletak pada fitur-fiturnya saat pengguna menggunakannya untuk berdiskusi. Bard dapat membandingkan strategi konten, brainstorming ide, atau menjelaskan topik teknis kepada audiens nonteknis. Bard tidak langsung "menggurui", melainkan menyesuaikan jawabannya dengan sudut pandang pengguna.
Model LamDa ini dirancang untuk memahami percakapan panjang tanpa kehilangan konteks. Termasuk menjawab pertanyaan pengguna yang cukup variatif, sehingga tidak ada satu jawaban pun yang mutlak. Seperti pertanyaan tentang opini atau prediksi.
2. PaLM 2
Kebutuhan pengguna berubah. Google kini beralih ke PaLM 2 (Pathways Language Model 2) yang lebih canggih. Model bahasa ini dilatih dengan lebih dari 100 bahasa dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam penalaran logis, matematika, dan penulisan kode, jauh di atas versi LaMDA sebelumnya.
Salah satu keunggulan utama Bard dibandingkan dengan chatbot lain adalah kemampuannya mengakses internet secara real-time. Artinya, jawaban yang diberikan selalu berisi informasi yang paling aktual dan bukan data yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan fakta saat ini atau perubahan yang terjadi.
Dalam hal ini, Google mengevaluasi respons Bard berdasarkan tiga dimensi, yaitu sensibleness (masuk akal), interestingness (menarik), dan specificity (spesifik). Itulah kenapa percakapan dengan Bard terasa lebih kontekstual dibandingkan dengan banyak chatbot generasi awal.
Fungsi dan Kemampuan Google Bard

Google Bard memiliki banyak fungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa menjadi asisten riset, copywriter, analis data, hingga coding assistant. Berikut adalah empat fungsi utamanya yang paling sering digunakan pengguna.
1. Menjawab Pertanyaan dan Mencari Informasi
Bard bisa menjawab hampir semua jenis pertanyaan, dari pertanyaan faktual sederhana hingga topik yang lebih kompleks. Karena terhubung langsung dengan internet, jawabannya juga menyesuaikan dengan kondisi terkini.
Anda juga bisa mengunggah gambar sebagai bagian dari pertanyaan. Kemudian, Bard akan menganalisisnya menggunakan Google Lens sebelum memberikan respons.
2. Membantu Produktivitas Kerja
Selain memberikan informasi, Bard juga sangat berguna untuk pekerjaan sehari-hari yang berkaitan dengan teks. Anda bisa meminta Bard meringkas artikel panjang hanya dengan menempelkan teksnya atau dengan mengirimkan tautannya.
Bard juga bisa membuat draft email dan dokumen secara langsung, lalu mengekspornya ke Gmail atau Google Docs hanya dengan satu klik. Fitur ini tidak tersedia di ChatGPT, sehingga menjadi keunggulan tersendiri bagi pengguna Google Workspace.
3. Mendukung Kreativitas
Jika Anda bekerja di industri kreatif, Bard juga bisa membantu menghasilkan berbagai format konten kreatif. Mulai dari puisi, skrip, deskripsi produk, hingga ide konten media sosial. Untuk brainstorming, Bard memberikan banyak sudut pandang, sehingga proses eksplorasi ide menjadi lebih cepat dan terarah.
Selain menghasilkan ide, Bard juga dapat membantu mengembangkan konsep yang masih mentah menjadi draf yang lebih matang. Kemampuan ini membuat Bard bermanfaat bagi kreator konten, pelaku bisnis, maupun siapa pun yang membutuhkan inspirasi dalam proses berkarya.
4. Analisis Data dan Perhitungan
Bard juga mampu membantu dalam kalkulasi matematika. Termasuk menghitung tingkat pertumbuhan penjualan atau menganalisis data sederhana jika Anda menyertakan data tersebut dalam prompt. Untuk keperluan perbandingan, Bard bisa membuat bagan yang memperlihatkan persamaan dan perbedaan antara dua sumber informasi.
Kemampuan ini membantu pengguna memahami informasi yang kompleks dengan lebih mudah. Dengan menyajikan data dalam bentuk ringkasan, tabel, atau poin-poin penting, Bard dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengolah informasi secara manual.
Fitur-Fitur Utama Google Bard

Salah satu alasan Google Bard cepat mendapat perhatian besar adalah rangkaian fitur yang cukup lengkap. Berikut fitur-fitur yang paling relevan untuk kebutuhan kerja sehari-hari.
1. Multiple Draft
Setiap kali Bard memberikan jawaban, ia menghasilkan beberapa versi respons sekaligus. Anda bisa melihat alternatif draft ini dengan mengklik "View other drafts" di sudut kanan atas layar. Fitur ini berguna ketika respons pertama belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan Anda, tanpa harus mengetik ulang perintah dari awal.
2. Real-Time Data
Bard dikembangkan langsung oleh Google dan disinkronkan dengan mesin pencarian Google, artinya Anda mendapatkan informasi terkini secara instan. Ini menjadi keunggulan besar dibandingkan chatbot berbasis data pelatihan statis yang belum tentu mencerminkan kondisi terkini.
3. Integrasi dengan Aplikasi Google
Bard terhubung dengan sejumlah layanan Google, seperti Gmail, Google Drive, Google Maps, Google Flights, Google Hotels, hingga YouTube. Sebagai contoh, Anda bisa meminta Bard mengambil file dari Google Drive, meringkas email masuk di Gmail, atau mencari rekomendasi penginapan, semua dari satu prompt terpadu.
4. Voice Input dan Text-to-Speech
Bard menyediakan fitur input suara sehingga Anda dapat memberikan perintah tanpa mengetik. Cukup tekan ikon mikrofon, ucapkan pertanyaan Anda, lalu Bard akan memprosesnya. Bard juga bisa membacakan respons menggunakan ikon speaker. Fitur text-to-speech ini sudah mendukung lebih dari 40 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
5. Coding dan Debugging
Bard juga didukung oleh lebih dari 20 bahasa pemrograman, termasuk Python, Java, C++, JavaScript, TypeScript, dan Go. Anda bisa meminta Bard menulis kode, menjelaskan logika di balik setiap baris, hingga mencari dan memperbaiki bug. Kode yang dihasilkan bahkan bisa diekspor langsung ke Google Colab.
6. Dukungan Multibahasa
Sejak Juli 2023, Bard mendukung lebih dari 40 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Arab, Mandarin, Jerman, dan Spanyol. Sebelumnya, Bard hanya tersedia dalam bahasa Inggris saat pertama kali diluncurkan, kemudian diperluas ke bahasa Jepang dan Korea pada Mei 2023, sebelum akhirnya mencakup bahasa Indonesia.
7. Mode Respons Beragam
Anda juga bisa mengubah nada dan gaya bahasa respons Bard sesuai kebutuhan. Ada lima pilihan, seperti respons sederhana, panjang, pendek, profesional, dan kasual. Fleksibilitas ini membuat Bard terasa seperti personal assistant yang dapat membantu pekerjaan Anda sehari-hari.
Perbandingan Google Bard vs ChatGPT
Banyak pengguna baru yang bingung, mana yang lebih baik antara Google Bard dan ChatGPT? Jawabannya tergantung pada apa yang Anda butuhkan.
Keduanya sama-sama chatbot berbasis AI dengan kemampuan menghasilkan teks yang menyerupai tulisan manusia, tetapi dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda.
Aspek | Google Bard | ChatGPT |
Pengembang | Google AI | OpenAI |
Model bahasa | LaMDA, PaLM 2 | GPT-3.5 dan GPT-4 |
Sumber data | Real-time internet | Data pelatihan real-time (GPT-4o dengan knowledge cutoff terbaru) |
Biaya | Gratis | Gratis (versi dasar) dan berbayar (ChatGPT Plus) |
Integrasi | Ekosistem Google (Gmail, Docs, Drive, Maps) | Berbagai platform termasuk Bing |
Keunggulan | Informasi aktual, integrasi Google | Kreativitas tinggi, gaya bahasa natural |
Ketersediaan | 230 negara | Tersedia di 180+ negara |
Kapan Harus Memilih Google Bard?
Bard lebih cocok digunakan untuk riset, verifikasi fakta terkini, atau pekerjaan yang membutuhkan data yang akurat. Karena terhubung langsung ke internet, Bard bisa menjawab pertanyaan tentang peristiwa yang baru terjadi kemarin, sesuatu yang tidak bisa dilakukan ChatGPT versi gratis.
Kapan Harus Memilih ChatGPT?
ChatGPT lebih unggul untuk penulisan kreatif, konten panjang, dan tugas yang membutuhkan gaya bahasa yang lebih fleksibel dan ekspresif. Model GPT-4 juga lebih baik dalam mengikuti instruksi yang sangat spesifik.
Faktanya, banyak profesional digital yang menggunakan keduanya secara bersamaan. Bard untuk riset dan verifikasi. Sedangkan ChatGPT untuk eksekusi penulisan. Kombinasi itu justru menghasilkan output yang lebih baik daripada menggunakan salah satunya saja.
Kelebihan dan Kekurangan Google Bard

Memahami kelebihan dan kekurangan Bard akan membantu Anda memanfaatkannya secara lebih efektif. Tidak ada tools yang sempurna, termasuk Bard.
1. Kelebihan Google Bard
- Akses data real-time: Bard bisa langsung mengambil informasi dari internet, sehingga jawabannya selalu mencerminkan kondisi terkini. Ini adalah keunggulan yang tidak dimiliki oleh versi gratis ChatGPT.
- Gratis tanpa perlu berlangganan: Seluruh fitur Bard tersedia tanpa biaya, sementara ChatGPT membutuhkan langganan berbayar untuk mengakses model yang lebih canggih.
- Integrasi penuh dengan ekosistem Google: Koneksi langsung ke Gmail, Google Drive, Maps, dan YouTube menjadikan Bard lebih dari sekadar chatbot, ia menjadi asisten produktivitas yang terintegrasi.
- Mendukung Bahasa Indonesia: Pengguna Indonesia dapat berinteraksi dan mendapatkan respons dalam bahasa Indonesia tanpa hambatan, termasuk melalui fitur voice input dan text-to-speech.
2. Kekurangan Google Bard
- Potensi kesalahan informasi: Meski memiliki akses real-time, Bard tidak selalu menghasilkan informasi yang akurat. Pernah terjadi kasus di mana Bard memberikan jawaban yang salah saat demo publik, termasuk klaim keliru soal foto James Webb Space Telescope yang sempat viral, sehingga menurunkan kepercayaan sebagian pengguna.
- Bias dalam data pelatihan: Seperti model AI lainnya, Bard tidak sepenuhnya bebas dari bias yang berasal dari data yang digunakan untuk melatihnya.
- Isu privasi: Interaksi yang dilakukan di Bard dapat digunakan oleh Google untuk keperluan peningkatan model, yang menimbulkan pertanyaan tentang privasi data pengguna. Hal ini perlu dipertimbangkan, terutama jika Anda bekerja dengan data klien yang sensitif.
Cara Menggunakan Google Bard untuk Pemula

Menggunakan Google Bard tidak memerlukan keahlian teknis. Yang Anda butuhkan hanyalah akun Google dan koneksi internet.
Berikut langkah-langkahnya.
1. Buka Platform Gemini
Kunjungi gemini.google.com di browser Anda. Sejak rebranding pada Februari 2024, Google Bard Chat kini menggunakan URL tersebut. Platformnya bisa diakses dari HP maupun PC.
2. Login dengan Akun Google
Klik tombol login dan masuk menggunakan akun Google Anda. Jika belum memiliki akun, Anda perlu membuatnya terlebih dahulu. Untuk menggunakan Bard/Gemini, pengguna harus berusia minimal 18 tahun.
3. Setujui Syarat Penggunaan
Setelah login, layar akan menampilkan Terms and Policy. Baca dan klik "I agree" untuk melanjutkan ke halaman utama.
4. Masukkan Prompt yang Jelas
Ketik pertanyaan atau perintah di kolom yang tersedia, lalu tekan Enter. Semakin spesifik prompt Anda, semakin relevan jawaban yang akan diberikan. Contoh prompt yang efektif: "Buat ringkasan artikel ini dalam 3 poin utama" atau "Buatkan draft email penolakan kerja sama dalam bahasa Indonesia, dengan nada profesional tetapi ramah."
5. Eksplorasi Fitur dan Follow-up Prompt
Jika jawaban pertama belum memuaskan, klik "View other drafts" untuk melihat opsi respons lainnya. Anda juga bisa menambahkan follow-up prompt untuk memperdalam topik tanpa memulai percakapan baru. Setelah mendapatkan jawaban, luangkan waktu untuk memverifikasi informasi dari sumber lain, terutama data atau fakta yang krusial.
Google Bard Berguna untuk Siapa?

Bard tidak dirancang untuk satu jenis pengguna saja. Hampir semua orang yang bekerja dengan teks, data, atau informasi bisa memanfaatkannya, dengan cara yang berbeda-beda.
1. Bagi individu
Anda bisa memanfaatkan Bard untuk mempelajari topik baru, meringkas bacaan panjang, mengeksplorasi ide, atau bahkan meningkatkan produktivitas harian, misalnya dengan membalas email lebih cepat.
2. Bagi pebisnis dan content creator
Bard juga dapat membantu proses pembuatan konten, mulai dari brainstorming judul artikel, membuat draf awal, menganalisis tren, hingga melakukan riset kompetitor. Para writer, khususnya, bisa menghemat waktu dengan memanfaatkan fitur ringkasan dan pembuatan draf.
3. Bagi akademisi dan mahasiswa
Kemampuan analitis Bard juga dapat membantu memahami materi kompleks, meringkas literatur, atau mengeksplorasi berbagai sudut pandang tentang suatu topik penelitian. Tetap verifikasi hasilnya dari sumber akademis yang kredibel.
Google Bard dan Masa Depan Kerja Digital
Google Bard memang tidak hanya sekadar chatbot AI untuk menjawab pertanyaan Anda. Layanan Google satu ini merupakan awal mula revolusi AI Google yang kini dikenal sebagai Gemini. Tools ini memang dirancang untuk membantu pekerjaan digital Anda sehari-hari, bukan hanya untuk menjawab pertanyaan.
Bagi Anda yang bekerja di bidang konten, marketing, atau produktivitas digital, memahami cara kerja dan fitur Google Bard dapat menjadi keunggulan tersendiri. Gunakan Bard sebagai alat bantu, bukan pengganti penilaian Anda sendiri. Verifikasi informasi tetap diperlukan, terutama untuk keputusan penting.
Seiring Gemini terus berkembang dengan arsitektur yang semakin canggih, peran AI Google dalam ekosistem kerja digital akan semakin besar. Memahami Google Bard adalah langkah awal yang tepat untuk bersiap menghadapi hal tersebut.
Memahami cara kerja Google Bard adalah langkah awal. Namun, memastikan bisnis Anda muncul di hasil pencarian Google dan platform AI seperti Gemini akan berbeda lagi. Di sinilah strategi SEO yang tepat menjadi penting, bukan sekadar mengikuti tren, melainkan membangun fondasi yang bekerja dalam jangka panjang.
Crawl Compass adalah agensi SEO berbasis di Jakarta yang membantu bisnis Anda lebih mudah ditemukan di Google dan AI search. Dari strategi konten, link building, hingga AI SEO, kami membantu berdasarkan insight bisnis Anda. Konsultasi gratis di crawlcompass.com →



