Skip to main content

Keyword Difficulty Score: Pengertian, Faktor, dan Cara Membacanya

Panduan lengkap memahami keyword difficulty score dan cara membacanya.

Gauge kaca dengan jarum oranye menunjukkan level keyword difficulty score, dilengkapi kaca pembesar yang menandakan proses analisis kata kunci.

Keyword difficulty score merupakan metrik yang menunjukkan seberapa besar peluang sebuah keyword dapat menuembus posisi teratas di Google. Semakin tinggi skornya, tentu semakin sulit konten Anda dapat bersaing dengan halaman yang sudah terlebih dahulu ranking di SERP.
Memahami metrik ini cukup penting sebelum Anda menargetkan suatu keyword untuk sebuah konten. Tanpa data ini, tim SEO Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu dan budget agar dapat bersaing dengan keyword yang high-difficulty dan tidak seseuai dengan kondisi website Anda saat ini.

Pada artikel ini, akan diulas secara lengkap mengenai definisi keyword difficulty score secara lebih mendalam, faktor yang memengaruhinya, perbandingan skala dari beberapa tools populer, hingga tips memilih keyword yang sesuai dengan performa website Anda.

Apa itu Keyword Difficulty Score?

Kaca pembesar oranye menyorot baris hasil pencarian, menggambarkan cara keyword difficulty score dinilai dari halaman teratas Google.

Secara teknis, keyword difficulty hasil analisis terhadap 10 halaman teratas di SERP yang muncul untuk sebuah keyword di Google. Tools SEO seperti Semrush dan Ahrefs menilai kekuatan sebuah halaman berdasarkan beberapa faktor. Mulai dari jumlah backlink, domain authority, dan beberapa sinyal lainnya, lalu menerjemahkannya pada angka dengan skala 0-100.

Hingga saat ini, belum ada standar pasti dalam perhitungan keyword difficulty score. Hal ini karena setiap tool memiliki metode dan faktor yang berbeda dalam penilaiannya. Maka dari itu, skor untuk keyword yang sama bisa jadi cukup berbeda jauh antara satu platform dengan platform lainnya.

Jadi, Anda sebaiknya tidak menggunakan keyword difficulty score sebagai acuan yang mutlak. Anda tetap perlu mengecek langsung kualitas konten yang ranking di halaman pertama , kemudian menganalisisnya sebelum memutuskan apakah keyword tersebut cukup memungkinkan untuk ditargetkan.

Baca juga: Apa Itu Search Intent? Kenali Jenis dan Cara Optimasinya untuk SEO

Faktor yang Memengaruhi Keyword Difficulty Score

Empat ikon kaca, rantai backlink, perisai otoritas domain, grafik volume, dan target intent, mewakili faktor yang memengaruhi keyword difficulty score.

Ada beberapa komponen yang membuat tingkat kesulitas sebuah keyword tinggi ataupun rendah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Backlink masih menjadi sinyal utama yang menjadi penilaian Google terhadap suatu website hingga saat ini. Semakin banyak reffering domain berkualitas yang masuk ke halaman top 10, semakin tinggi pula keyword difficulty score untuk keyword tersebut.

Ahrefs bahkan menjadikan jumlah reffering domain sebagai basis utama perhitungan skor mereka. Hal tersebut karena metrik tersebut dianggap paling merepresentasikan kekuatan sebuah halaman di SERP.

2. Domain Authority

Otoritas domain menggambarkan tingkat kepercayaan sebuah website di mata search engine. Ketika sebagian besar halaman yang rankingnya berasal dari domain dengan otoritas yang tinggi, keyword tersebut secara otomatis lebih sulit ditembus oleh website yang domain authority-nya masih rendah.

Semrush juga memasukkan metrik ini sebagai salah satu komponen utama dalam formula penilaian keyword difficulty mereka.

3. Search Volume

Keyword-keyword dengan volumen pencarian yang tinggi umumnya juga memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Semakin banyak orang mencari sebuah keyword, maka semakin banyak juga website yang berlomba-lomba menargetkannya dengan konten dan strategi backlink yang lebih agresif.

Sebaliknya, keyword dengan search volume rendah cenderung memiliki keyword difficulty yang lebih rendah karena persaingannya belum seketat keyword populer.

4. Kesesuaian Konten dengan Search Intent

Search intent merepresentasikan tujuan pengguna saat mengetikkan sebuah keyword pada mesin pencarian. Baik untuk mencari informasi, membandingkan pilihan, atau melakukan pembelian. Konten yang tidak sesuai dengan intent akan tetap sulit bersaing meski topiknya relevan dengan keyword yang ditargetkan.

Kehadiran fitur SERP seperti featured snippet, people also ask, atau local pack turut memengaruhi skor karena ruang untuk hasil organik jadi lebih terbatas.

Skala Umum Keyword Difficulty Score

Setiap tools SEO punya cara baca skala KD yang berbeda mesiki sama-sama menggunakan angka 1-100. Berikut penjelasan skala dan cara kerja penilaian Ahrefs, Semrush, dan Moz.

Skala Keyword Difficulty Ahrefs

Skor

Tingkat

0-10

Sangat mudah

11-30

Sedang

31-70

Susah

71-100

Sangat susah

Skor 1-10 tergolong sangat mudah dirangking dan cocok untuk website baru atau pemula. Sementara skor 71-100 sudah sangat berat dan membutuhkan strategi SEO yang kuat karena biasanya dikuasai oleh website dengan authority yang tinggi.

Berikut faktor-faktor yang memengaruhi penentuan skor di Ahrefs:

  • Rata-rata refering domain: dihitung dari jumlah domain unik yang menautkan ke 10 situs dengan peringkat teratas di SERP.
  • Scoring absolut: skor di SERP menggambarkan kompetisi keyword secara umum, bukan relatif terhadap otoritas website Anda sendiri.
  • Skala tidak linear: skor 10 mungkin hanya butuh sekitar 10 backlink, sedangkan skor 70 bisa membutuhkan rtusan backlink.

Skala Keyword Difficulty Semrush

Skor

Tingkat

0-14%

Very Easy

15-29%

Easy

30-49%

Possible

50-69%

Difficult

70-84%

Very Difficult

85-100%

Don't Bother

Skor 0-14% menjadi peluang untuk situs baru mendapatkan ranking dengan usaha minimal. Sebaliknya, skor 85-100% mengindikasikan persaingan keyword cukup ekstrem dan tidak disarankan untuk ditargetkan kecuali situs Anda sudah memiliki domain authority yang sangat tinggi.

Berikut beberapa faktor yang menentuka skor Semrush.

  • Rata-rata referring domain: jumlah domain yang mengarah ke URL peringkat atas untuk keyword tersebut.
  • Rasio tautan dofollow dan nofollow: proporsi jenis tautan yang dimiliki kompetitor di halaman pertama.
  • Authority score: skor otoritas domain yang sedang menduduki peringkat di SERP.

Skala Keyword Difficulty Moz

Skor

Tingkat

20-35

Sangat rendah

36-50

Sedang

51-65

Cukup sulit

66-80

Sangat sulit

81-100

Ekstrem

Skor 20-35 cukup mudah untuk dicoba, sementara skor 81-100 biasanya sudah dicoba, sementara skor 81-100 biasanya sudah didominasi soleh situs-situs raksasa dengan otoritas yang sudah besar. Rantang skor Moz dimulai dari 20, sedikit berbeda dari Ahrefs dan Semrush yang dimulai dari 0.

Berikut faktor yang menentukan scoring Moz.

  • Domain Authority (DA): kekuatan domain secara keseluruhan dari situs website yang berada di peringkat atas.
  • Page Authority (PA): kekuatan halaman spesifik yang sedang di posisi peringkat keyword tersebut.
  • Projected Click Through Rate: estimasi rasio klik tayang organik yang dipengaruhi oleh elemen SERP lainnya seperti ads atau featured snippet.

Personal Keyword Difficulty vs Skor Umum

Dua dial kaca berdampingan, satu umum dan satu bertanda oranye personal, mewakili perbandingan personal keyword difficulty dengan skor umum.

Selain skor umum, beberapa tools SEO seperti Semrush juga menyediakan Personal Keyword Difficulty (PKD). Berikut perbedaan keduanya.

  • Dihitung berdasarkan rata-rata kekuatan halaman top 10 di SERP.
  • Berlaku sama untuk semua website tanpa mempertimbangkan otoritas domain website Anda.
  • Cocok dijadikan gambaran awal tingkat kompetisi sebuah keyword.

Personal Keyword Difficulty (PKD)

  • Dihitung berdasarkan otoritas dan profil backlink domain website Anda sendiri.
  • Bisa menunjukkan keyword yang terlihat sulit menurut skor umum, tetapi sebenarnya realistis untuk domain Anda.
  • Membantu menemukan peluang keyword yang lebih akurat sesuai kondisi website saat ini.

Membandingkan kedua skor ini membantu Anda menemukan keyword yang secara umum kompetitif, namun masih akal untuk ditargetkan sesuai kondisi website Anda.

Tips Memilih Keyword Berdasarkan Skor Difficulty

Clipboard kaca dengan tanda centang oranye dan kaca pembesar, menggambarkan langkah memilih keyword berdasarkan skor difficulty.

Setelah memahami cara kerja keyword difficulty score, langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam riset keyword saat produksi konten. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

  1. Sesuaikan dengan otoritas website: Website yang masih baru sebaiknya fokus menargetkan keyword dengan skor rendah hingga menengah terlebih dahulu.
  2. Gabungkan dengan search volume: Keyword dengan volume yang cukup tinggi namun tingkat difficulty-nya rendah, biasanya menjadi peluang yang perlu ditargetkan terlebih dahulu.
  3. Cek search intent secara manual: Saat memilih keyword dengan search volume rendah tidak akan berguna jika konten yang dibuat tidak menjawab intent yang dicari pengguna.
  4. Manfaatkan personal keyword: Skor ini memberikan gambaran yang lebih relevan dibandingkan dengan skor umum saja.
  5. Perhatikan kualitas konten kompetitor: Konten kompetitor yang kurang menjawab intent pengguna juga bisa menjadi peluang bagi Anda untuk menggeser posisinya di SERP.

Baca juga: Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword

Sesuaikan Keyword Difficulty Score dengan Website Anda

Memahami keyword difficulty score membantu Anda untuk menyusun strategi konten yang lebih relevan, realistis, dan lebih terukur. Namun, skor yang rendah tidak otomatis menjamin ranking website Anda bisa langsung naik jika tidak didukung dengan intent yang menjawab kebutuhan pengguna dan otoritas domain website yang memadai.

Riset keyword yang tepat juga perlu dipadukan dengan konten yang E-E-A-T serta optimasi halaman agar hasilnya lebih maksimal. Kombinasi inilah yang menentukan apakah sebuah keyword benar-benar dapat ranking atau hanya sia-sia.

Jika Anda masih bingung menentukan keyword mana yang paing realistis untuk ditargetkan, kini Crawl Compass menyediakan jasa SEO end-to-end agar website Anda benar-benar siap bersaing dengan kompetitor. Konsultasi gratis sekarang →


Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu keyword difficulty?
Keyword difficulty adalah metrik yang mengukur tingkat persaingan sebuah keyword untuk mendapatkan ranking di halaman pertama Google.
Bagaimana cara mengecek KD sebuah keyword?
KD bisa dicek melalui tools riset keyword seperti Semrush Keyword Magic Tool atau Ahrefs Keywords Explorer dengan memasukkan keyword yang ingin dianalisis.
Berapa skor keyword difficulty yang bagus untuk ditargetkan?
Tidak ada angka baku, namun website baru umumnya disarankan menargetkan skor rendah hingga menengah terlebih dahulu sebelum menyasar skor yang lebih tinggi.
Apakah skor 75 termasuk bagus untuk SEO?
Skor 75 tergolong sulit di sebagian besar tools SEO, sehingga membutuhkan otoritas domain dan profil backlink yang kuat agar bisa bersaing.
Apa bedanya keyword difficulty score dengan personal keyword difficulty?
Keyword difficulty score merepresentasikan tingkat persaingan secara umum untuk semua website, sedangkan personal keyword difficulty disesuaikan dengan otoritas dan profil backlink domain tertentu.

Bacaan terkait

Dapatkan Search Journal di inbox Anda.

Artikel dan riset baru, dikirim saat kami publikasikan.