Sudah ada banyak konten yang dibuat dan tersebar di mesin pencari dan sosial media saat ini. Anda harus punya strategi dan pondasi yang kuat sebelum membuat konten untuk bisnis Anda. Jika konten yang Anda buat saat ini hanya mengikuti apa yang sudah dibuat kompetitor, Anda akan melewatkan audiens yang memang sudah Anda targetkan.
Kunci dari konten yang konsisten dan tepat sasaran adalah content pillar. Dengan menyusun content pillar, Anda dapat membuat konten lebih terarah dengan tema-tema yang memang dengan khusus menargetkan audiens Anda. Yuk, simak panduan lengkap content pillar sebagai berikut!
Apa itu Content Pillar?

Menurut Semrush, content pillar adalah topik-topik konten utama yang Anda publikasikan secara rutin untuk bisnis Anda di website, sosial media, dan platform lainnya. Dengan fokus ke topik-topik tersebut, Anda dapat membuat konten menjadi lebih tepat sasaran.
Nah, tanpa content pillar, kita akan cenderung membuat konten yang lebih random dan tidak konsisten. Konten akan menjadi sulit untuk digunakan kembali dan pesan yang ingin Anda sampaikan jadi kurang jelas. Audiens sasaran Anda akan menjadi bingung dan nantinya akan memilih kompetitor Anda yang memiliki content pillar yang jelas.
Content pillar itu ibaratkan kompas yang membantu pembuatan konten lebih terarah. Anda juga jadi lebih mudah dalam menciptakan sistem perencanaan, serta memastikan keselarasan konten dengan kebutuhan audiens Anda. Content pillar juga akan memperkuat identitas merek brand Anda dan otoritas bisnis Anda dalam topik tertentu.
Baca Juga: 12 Jenis Copywriting Pemasaran Digital
Tujuan dan Manfaat Content Pillar

Publikasi konten secara acak dan tidak konsisten hanya akan memicu kebingungan untuk audiens. Ada yang disebut dengan audience fatigue yaitu kondisi di mana audiens lelah mengonsumsi konten. Jika hal tersebut terjadi, target audiens Anda hanya akan melewatkan konten yang sudah Anda buat.
Nah, dengan membuat content pillar, Anda akan mendapatkan berbagai macam manfaat secara strategis sebagai berikut:
1. Menyelaraskan Konten dengan Tujuan Bisnis
Content pillar membantu Anda untuk memastikan setiap materi yang akan dipublikasikan mempunyai peran dalam mendukung pertumbuhan bisnis Anda. Content pillar secara sistematis akan memperkuat strategi Anda secara keseluruhan.
2. Membangun Topical Authority & Kredibilitas
Content pillar juga mendukung Anda menonjolkan kredibilitas bisnis Anda dalam sebuah topik. Dengan pembahasan secara konsisten mengenai topik inti yang Anda sudah tentukan di content pillar akan membangun reputasi brand bisnis Anda sebagai sumber yang terpercaya, baik di mata audiens maupun algoritma mesin pencari.
3. Meningkatkan Efisiensi Kerja
Kerangka kerja yang jelas akan membantu Anda dalam melakukan brainstorming, pembuatan konten, bahkan repurposing atau pengolahan ulang konten ke berbagai format platform. Misalnya, konten artikel yang Anda sudah publikasikan ke website bisa diolah lagi menjadi konten sosial media, bahkan bisa juga untuk newsletter email.
Nah, konten evergreen SEO yang sudah Anda publikasikan juga akan terus membawa prospek dan visibilitas meski sudah berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
4. Memfokuskan pada Pesan Utama
Content pillar juga membantu Anda untuk tetap fokus dan selaras dengan kebutuhan audiens dan goal bisnis Anda. Dengan menyusun content pillar yang baik secara strategis, tidak akan ada lagi konten yang asal. Anda membangun reputasi di topik spesifik yang penting bagi bisnis dan audiens.
Jenis-jenis Content Pillar

Menyadur dari Revv Growth ada 4 jenis content pillar yang bisa Anda terapkan. Yuk, kenali berbagai jenis content pillar serta karakteristik unik masing-masing pillar ini sebagai berikut.
1. Educational
Educational content pillar atau content pillar edukasi itu bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan ke audiens Anda. Nah, pillar ini berfokus untuk mengedukasi audiens tentang topik relevan yang selaras dengan brand bisnis Anda. Contoh konten edukasi misalnya, panduan cara melakukan sesuatu, tips dan trik, tutorial, dan wawasan industri. Berikut ini karakteristik konten edukasi:
- Konten harus informatif dan memberikan wawasan, tips, panduan, atau tutorial yang dapat membantu audiens mempelajari sesuatu dan menyelesaikan masalah.
- Konten harus relevan dan selaras dengan niche atau industri brand bisnis Anda.
- Konten harus mudah dipahami.
2. Entertainment
Entertainment content pillar atau content pillar hiburan biasanya membahas tentang sesuatu yang menyenangkan dan menghibur audiens. Konten hiburan memang bertujuan untuk menangkap perhatian audiens dan mendorong emosi positif. Contoh konten hiburan misalnya, meme, video lucu, poling atau quiz, dan kata-kata motivasi. Berikut ini karakteristik konten hiburan:
- Konten harus menarik dan mengajak audiens untuk berinteraksi dan membagikannya.
- Konten harus menggugah perasaan atau emosi positif seperti terhibur, rasa semangat, nostalgia, atau terinspirasi.
- Konten harus bervariasi formatnya.
3. Promotional
Promotional content pillar atau content pillar promosi dibuat untuk mempromosikan jasa, produk, atau penawaran ke audiens Anda. Perlu diingat, meskipun konten ini memang tujuannya promosi, Anda harus tetap menyediakan manfaat yang bisa didapatkan audiens. Karakteristik konten promosional adalah sebagai berikut:
- Konten harus menampilkan fitur, manfaat, dan solusi yang diberikan produk atau jasa bisnis Anda.
- Konten harus menampilkan CTA (Call-to-Action) yang jelas dan mendorong audiens untuk melakukan pembelian, pendaftaran, atau mengunjungi website bisnis Anda.
- Konten harus tetap terasa otentik, hindari penggunaan bahasa yang terlalu memaksa.
4. Engagement
Engagement content pillar adalah kategori konten yang fokusnya ke interaksi, partisipasi, dan komunikasi antara audiens dengan bisnis Anda. Konten ini bermanfaat untuk membangun relasi dan kepercayaan yang baik dengan audiens. Contoh konten engagement antara lain, giveaway, survey, Q&A, dan UGC (User-generated content.) Berikut ini karakteristik konten engagement:
- Konten harus mengajak audiens untuk berinteraksi dengan brand bisnis Anda
- Anda harus secara aktif berinteraksi dengan audiens seperti membalas komentar dan juga pesan untuk menunjukkan bahwa Anda peduli.
- Konten engagement membangun rasa kepemilikan di antara audiens dan juga mendukung kesetiaan audiens terhadap brand bisnis Anda.
Cara Membuat Content Pillar

Nah, karena kita sudah mengenal jenis-jenis content pillar, sekarang saatnya kita membahas bagaimana caranya membuat content pillar secara strategis. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuat content pillar yang baik.
1. Lakukan Riset untuk Audiens dan Topik
Identifikasi segmen audiens target Anda. Temukan masalah yang mereka hadapi, pertanyaan yang sering muncul, dan informasi yang mereka butuhkan. Setelah itu, gunakan data ini untuk riset topik dan keyword. Pastikan potensi topik dan keyword yang Anda pilih serta tingkat relevansinya.
2. Audit Konten Lama
Evaluasi materi konten yang sudah pernah dipublikasikan. Perhatikan kinerjanya dan identifikasi celah yang ada. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya konten duplikat yang nantinya akan menjadi kanibal.
3. Tentukan 3 sampai 5 Pillar Utama
Jangan pilih terlalu banyak tema, batasi jumlah content pillar antara 3 sampai 5 tema saja. Jumla h ini sudah cukup untuk menjaga konten tetap bervariasi tetapi juga fokus agar tidak memecah perhatian brand bisnis Anda.
4. Susun Kalender Konten & Repurposing
Atur rotasi pillar dengan seimbang di dalam kalender editorial bisnis Anda. Anda bisa memanfaatkan satu materi pilar utama untuk diolah menjadi berbagai format turunan. Misalnya, artikel panjang diolah menjadi video pendek atau carousel sosial media.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang umum terjadi kepada mereka yang baru pertama kali membuat content pillar. Dengan memahami kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari, Anda dapat membuat content pillar dengan cemerlang. Perhatikan sebagai berikut.
- Keliru pilar dengan format konten. Reels, carousel, atau artikel itu bukan content pillar melainkan format eksekusi konten. Perlu diingat bahwa pillar adalah tema strategisnya.
- Menetapkan pilar terlalu banyak atau terlalu sedikit. Terlalu banyak pilar akan membingungkan audiens, terlalu sedikit pilar akan membuat pesan kurang mendalam.
- Terlalu banyak konten promosi yang membuat audiens menjadi jenuh dan kehilangan kepercayaan. Maksimal buatlah hanya 20% konten promosi dan 80% konten yang bermanfaat untuk audiens.
- Content pillar terlalu abstrak hanya akan menjadi publikasi tanpa ROI yang berarti. Jangan hanya mengandalkan topik umum, tapi hubungkanlah dengan target bisnis Anda.
- Konten memang bisa diolah untuk platform lain, tapi jangan disalin mentah-mentah. Sesuaikan format, gaya bahasa, visual, dan kebiasaan audiens di platform tersebut.
- Mengabaikan data yang ada hanya akan membuat Anda tertinggal. Ikuti tren dan data yang ada karena bisnis dan pasar akan terus bergeser.
Baca Juga: Content Marketing: Arti, Jenis Konten, Manfaat, dan Contohnya
Mengukur Keberhasilan Content Pillar
Jangan mengukur keberhasilan content pillar dari likes saja. Ada banyak matriks yang bisa Anda perhatikan berdasarkan tujuan setiap konten. Misalnya, untuk konten awareness, lihat seberapa banyak pengikut yang Anda dapatkan. Untuk konten engagement, perhatikan comments, likes, saves, shares yang audiens berikan. Sesuaikan content pillar Anda mengikuti hasil yang sudah didapatkan dari konten yang sudah dipublikasikan.
Menyusun strategi memang terkadang memakan banyak waktu. Kabar baiknya, saat ini banyak jasa yang menawarkan optimasi konten dan juga SEO, seperti Crawl Compass. Tim Crawl Compass dapat membantu Anda untuk memaksimalkan bisnis Anda dengan SEO, AEO/GEO, penulisan konten, sampai jasa digital press release. Hubungi tim Crawl Compass dan konsultasikan kebutuhan Anda!



