Skip to main content

Content Marketing: Arti, Jenis Konten, Manfaat, dan Contohnya

Content marketing adalah strategi membangun hubungan emosional dengan audience

Ilustrasi 3D alur kerja content marketing bergaya glassmorphism

Di era digital ini, pasti sudah tidak asing dengan istilah content marketing. Content marketing merupakan media menyampaikan pesan dari brand kepada target market nya. Namun, tidak banyak pelaku bisnis menggunakan content marketing hanya sebagai media saja, tidak mengerti dasar bagaimana membuatnya, apa yang harus dilakukan agar pesannya dapat sampai ke target market dan memicu tindakan seperti membeli produk, mengikuti akun media sosial, atau lainnya. 

Lantas, apa sebenarnya content marketing dan manfaatnya bagi para pelaku bisnis? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini. 

Pengertian Content Marketing 

Ikon teknologi 3D melayang dengan bingkai oranye yang melambangkan multimedia, konektivitas, dan optimasi digital.

Menurut Content Marketing Institute, content marketing adalah strategi dalam pemasaran menggunakan konten sebagai media menyebarkan informasi berharga dan dilakukan secara konsisten. Content marketing berbeda dengan copywriting yang fokusnya pada konversi, karena content marketing justru fokus dalam membangun audience. 

Konten marketing atau konten pemasaran sengaja dibuat untuk menarik perhatian target market. Dengan begitu, terjalin relasi emosional dengan audience sehingga audiens berpotensi melakukan tindakan yang menguntungkan bagi bisnis khususnya dalam keputusan membeli atau mencari tahu tentang brand dan produknya. 

Kriteria Content Marketing yang Efektif 

Diagram alur kerja digital 3D berisi ikon target

Content marketing yang berpotensi menghasilkan relasi dan jalinan emosional dengan target market umumnya memiliki kriteria yaitu konten berkualitas, unik, signifikan, dan relevan dibandingkan para kompetitornya. 

Menurut Gunelius dan Aušra, konten dapat dinilai produktif secara umum apabila memiliki sejumlah kriteria di bawah ini: 

  • Konten dianggap relevan oleh calon target marketing 
  • Konten bersifat proaktif atau mampu berevolusi dari waktu ke waktu 
  • Mengungkap nilai yang mengidentifikasikan brand atau produk termasuk keunikannya, konsistensi, dan kualitasnya 
  • Dapat menghasilkan minat, ,melibatkan pelanggan, dan secara tidak langsung mengedukasi pelanggan 
  • Informatif atau konten berisi informasi yang potensial tentang pengetahuan, keterampilan, layanan, hingga proses perusahaan dalam  menciptakan produk tersebut 
  • Reliability atau konten berkualitas tinggi 
  • Konten harus fungsional dan mengandung nilai emosional
  • Konten unik atau berperan sebagai alat positioning perusahaan 
  • Konten harus mengandung elemen emosional atau hiburan baik dari sisi positif maupun negatif untuk menarik target audience
  • Konten harus bisa dibaca oleh manusia dan dapat diproses dengan mesin atau teknologi

Pentingnya Content Marketing bagi Pelaku Bisnis 

Ilustrasi 3D empat panel kaca

Konten marketing memiliki peranan penting bagi para pelaku bisnis karena berperan sebagai siklus target marketing atau the buying cycle. Berikut penjelasannya: 

1. Awareness 

Awareness merupakan satu peranan marketing yaitu membuat target audience tidak menyadari kebutuhan mereka terhadap suatu produk. Misalnya, ada masa dimana target marketing mengalami masalah namun tidak tahu bagaimana solusinya. Kemudian, konten marketing Anda muncul dengan memberi solusi yang relevan. 

Konten marketing dengan tujuan awareness umumnya bertujuan menarik target marketing melalui search engine, media sosial, atau grup. Konten yang dibagikan juga sederhana, mudah diingat, dan optimistik. 

Umumnya, media yang dipakai yaitu blog post, dokumen, video, infografis, artikel, microsities, Press release, hingga meme. 

Dengan konten marketing ini, target audience diharapkan memberi tindakan sesuai kebutuhan platform. Misalnya: 

  • Youtube - subscribe 
  • Email - subscribe 
  • Media sosial Instagram, Facebook, TikTok - Follow atau Konten 

2. Consideration 

Consideration merupakan peran penting content marketing karena di nomen ini target marketing mulai menyadari masalahnya dan mepertimbangkan kebutuhannya. Persentase target audience akan membeli produk Anda semakin besar. Mengapa demikian? Karena content marketing dengan konsep consideration, sengaja memposisikan produk sebagai solusi terbaik bagi masalah dan kebutuhan target marketing. 

Tipe kontennya berupa testimonial, panduan membeli, demonstrasi produk, tutorial, hingga studi kasus. Tetapi, konten harus bisa menunjukan produk yang menjual dan mengedukasi pembaca. Dengan begitu, target marketing menemukan solusi dari masalah yang tengah dihadapi. 

Selanjutnya, target marketing akan mengunjungi halaman produk, menonton video yang Anda buat, dan membeli produk atau mengikuti layanan Anda. 

3. Decision 

Content marketing berperan untuk membuat target marketing siap untuk melakukan target marketingan. Umumnya, di tahap ini target marketing sudah menibang kelebihan dan kekurangan sehingga sudah memutuskan produk yang tepat untuk mereka. Di tahap ini, konten marketing harus memberikan kemudahan tentang bagaimana cara menggunakannya, penawaran spesial, testimonial, artikel, hingga video tips menyelesaikan masalah yang relevan dengan produk dan target marketing. 

4. Retention dan Advocacy 

Terdapat 2 aktivitas yang dihasilkan content marketing yaitu adanya retensi dan advokasi. Retensi adalah tahapan dimana target market sudah melakukan target marketingan dan menjadi pelanggan. Kemudian, mereka akan dibuat senang oleh Anda sehingga menjadi langganan dengan produk tersebut. Umumnya, content marketing yang dibuat berisi penawaran program loyalitas dan promo spesial. 

Selain retensi, terhadap advokasi yaitu tahap dimana pelaku bisnis membuat target marketing senang sehingga mereka merekomendasikan produk ke orang terdekat. Tipe kontennya dapat berupa promosi, give away, form feedback, diskon, newsletter, hingga email marketing. 

Dengan memahami peran penting konten marketing di atas, Anda dapat menentukan konten marketing yang sesuai dengan target market dan membantu bisnis menjangkau target marketing di waktu yang tepat. 

Jenis - Jenis Content Marketing

Ilustrasi 3D diagram jaringan panel kaca transparan bergaya glassmorphism

Terdapat sejumlah jenis content marketing yang umumnya disesuaikan dengan media digital atau media konvensional yang dipilih. Berikut jenis content marketing yang tersebar di ranah konten pemasaran: 

  • Web page atau halaman web berupa dokumen online berisi informasi dan promosi produk yang melibatkan target audience mendorong traffic, konversi, dan awareness. 
  • Infografis yang berisi representasi data dan informasi yang disajikan dalam bentuk visual menarik dan faktual. 
  • Podcast atau platform media digital berbasis audio berisi informasi, pengalaman, menunjukkan keahlian dan dapat didengar kapanpun. 
  • Video sebagai media untuk menyampaikan pesan efektif dan menarik perhatian konsumen. 
  • Blog post berupa artikel yang disebarkan melalui media digital, 
  • Studi kasus adalah konten marketing yang menampilkan contoh dan analisanya di dunia nyata sebagai cara menunjukan efektifitas produk sehingga muncul kepercayaan terhadap audience. 
  • Testimonial dan review merupakan konten marketing yang menampilkan komentar pelanggan sebagai media membangun kredibilitas yang mempengaruhi keputusan target marketingan. 
  • Influencer target marketingan adalah toko di media sosial yang popular dalam membuat konten yang apabila melakukan promnosi produk, maka produk tersebut akan menjangkau audience lebih luar lagi. 
  • UGC atau user generated content yang mengacu pada konten dibuat dan dibagikan oleh pengguna berua testimoni, postingan media sosial, atau ulasan. 
  • Meme adalah konten marketing berupa gambar, vide, hingga teks lucu yang mudah tersebar di media sosial atau media digital lainnya. 

Konten Marketing Membutuhkan SEO sebagai Mesin Penggerak 

Susunan struktur alur kerja digital 3D berupa papan kaca

Dalam kontent marketing, optimasi SEO merupakan mesin penggerak yang memastikan konten berkualitas dapat ditemukan oleh target audience di momen yang tepat dan relevan. Menurut berbagai sumber, peranan optimasi SEO dalam konten marketing yaitu: 

  • Meningkatkan visibilitas brand atau produk
  • Memberi organik trafik tanpa biaya iklan
  • Menjangkau target market berdasarkan niat pencarian atau search intent 
  • Membangun otoritas kepercayaan melalui referensi kredibel dan backlink yang kuat
  • Menjaga nilai konten dalam jangka panjang karena konten SEO bersifat evergreen

Optimasi SEO tidak sekedar mencari keyword kemudian menulis artikel yang relevan dengan konten marketing. Tetapi, membutuhkan berbagai tahapan dan proses yang panjang. Konsultasikan kebutuhan optimasi SEO dalam konten marketing atau halaman website Anda bersama Crawl Compass. 

Crawl Compass yang siap membantu Anda melalui layanan Technical SEO sehingga situs anda teroptimasi dengan baik. Konsultasikan langsung dengan tim kami untuk kebutuhan SEO Anda. Konsultasi sekarang→

Pertanyaan yang sering diajukan

1. Apa saja contoh content marketing?
Contoh content marketing yang umumnya dipakai di era ini yaitu video, artikel edukatif, podcast, Infografis, Meme, hingga studi kasus. Jenis content marketing lainnya masih efektif dipakai sebagai media komunikasi apabila disesuaikan dengan tujuannya.
2. Apa saja contoh konten digital?
Konten digital yaitu video pendek media sosial, podcast, hingga artikel blog.
3. Apa jenis konten yang paling diminati?
Konten yang bersifat menghibur dan unik.
4. Apa jenis konten yang cocok untuk pemula?
Konten yang cocok untuk pemula yaitu seputar pengalaman pribadi ataupun kegiatan setiap hari.
5. Berapa lama waktu yang ideal untuk melihat hasil content marketing?
Content marketing yang dikombinasikan dengan SEO umumnya membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan.

Bacaan terkait

Dapatkan Search Journal di inbox Anda.

Artikel dan riset baru, dikirim saat kami publikasikan.