Skip to main content

Search Generative Experience: Pengertian, Cara Optimasi, dan Tampil

SGE: Fitur pencarian AI dengan ringkasan jawaban langsung, bukan sekadar tautan.

3D elemen antarmuka web, wireframe, dan analitik melayang bergaya kaca transparan dengan aksen oranye.

SEO mengalami perkembangan sejak adanya AI sehingga muncul istilah baru yaitu search generative experience. Search generative experience adalah fitur pencarian berbasis AI yang fokus menyajikan jawaban langsung dalam bentuk ringkasan dan bukan sekedar tautan biru. Fitur SGE umumnya akan muncul apabila pengguna mencari keyword pada pencarian dan hasil SGE akan muncul pada bagian teratas hasil pencarian.

Lantas, apakah optimasi SGE untuk halaman website diperlukan dan apa hubungannya dengan traffic SEO? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Pengertian Search Generative Experience (SGE)

3D antarmuka digital melayang dengan desain kaca transparan, menampilkan dokumen bercahaya dan elemen web beraksen oranye.

Search generative experience merupakan inovasi dari Google dengan memanfaatkan kecerdasan buatan sehingga menampilkan jawaban dalam bentuk rangkuman kepada pengguna yang hasilnya relevan dengan keyword yang di cari. 

Dalam SEO, adanya search generative merupakan perubahan besar yang berasal dari aktivitas pengguna di internet yang lebih menyukai ringkasan SGE dibandingkan klik tautan biru. Maka dari itu, SGE membantu website semakin relevan, mudah dipahami, dan otoriter bagi pengguna.

Dulu, SEO hanya berfokus pada peringkat halaman pada hasil pencarian, sedangkan saat ini SEO fokus pada konten yang dapat menjawab pertanyaan pengguna dengan bahasa yang jelas, singkat, dan informatif agar website tetap mendapatkan eksposur, menarik lebih banyak pengunjung website, dan membantu visibilitas Google dengan cara mengoptimasi SGE. 

Baca Juga: Kenali AI Overview dan Caranya untuk Tetap Relevan

Cara Kerja Search Generative Experience (SGE)

Ilustrasi 3D alur pemrosesan data bergaya kaca transparan beraksen oranye, menampilkan bilah pencarian, cip prosesor, dan dokumen web bercahaya

SGE bekerja dengan cara menyelesaikan 5 tahapan di dalamnya sehingga menghasilkan pencarian yang relevan bagi pengguna. Berikut diantaranya: 

1. Pengajuan pertanyaan

Pada tahap ini, user diharuskan menuliskan pertanyaan pada kolom pertanyaan google dapat berupa kalimat atau keyword. 

2. Analisis Pertanyaan 

Kemudian, SGE akan menganalisis pertanyaan atau keyword tersebut sehingga dapat memahami konteks dan tujuannya. Misalnya, pengguna mencari ‘’manfaat domain’’ sehingga SGE memahami jika pengguna ingin mengetahui keuntungan dari memiliki domain. 

3. Pencarian Informasi 

Setelah menganalisa, SGE akan mencari informasi dari berbagai sumber internet baik blog, artikel, dan hasil penelitian yang kredibel dan relevan. 

4. Pengolahan Data 

Di tahap ini, SGE akan mengumpulkan berbagai data yang relevan dan kemudian menyusunnya. 

5. Penyajian Jawaban 

Search generative experience menyajikan jawaban dengan format berupa daftar atau ringkasan dan melampirkan identitas website untuk meningkatkan kredibilitas sumber. 

Keunggulan Search Generative Experience pada Website

3D antarmuka digital transparan beraksen oranye bercahaya.

Google search generative experience tidak hanya berperan menyajikan jawaban bagi pengguna sebagai hasil pencarian, tetapi terdapat sejumlah keunggulan berikut ini: 

1. Hasil Pencarian Relevan 

Search generative experience memanfaatkan teknologi artificial intelligence generatif dalam memberikan hasil pencarian yang relevan dengan apa yang dicari oleh pengguna seperti lokasi, waktu, dan selera pribadi. Jadi, pengguna dapat menemukan informasi yang dicari dengan lebih cepat. 

2. Personalisasi 

SGE mempelajari pengguna sehingga hasil yang disajikan lebih sesuai dengan minat dan preferensinya. Hal ini, menciptakan pengalaman pencarian yang lebih memuaskan dan terkesan personal bagi para pengguna. 

3. Peningkatan Produktivitas 

SGE membantu meningkatkan produktivitas bagi pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dan hasil yang relevan serta personal. Maka dari itu, SGE secara langsung membuat pengguna tidak perlu menyaring hasil pencarian yang tidak sesuai. 

4. Menemukan Konten Baru 

Melalui rekomendasi yang cerdas karena berbasis AI, SGE kerap memperkenalkan pengguna baru pada konten yang mungkin tidak pernah terpikirkan. Hal ini secara tidak langsung membuka peluang untuk eksplorasi lebih luas lagi. 

Perbedaan Hasil Penelusuran Lama dengan Search Generative Experience (SGE)

3D dua kerangka antarmuka aplikasi seluler bergaya kaca transparan, menampilkan satu panel dasar netral dan satu panel yang menyoroti konten dengan cahaya oranye.

Google search generative experience dan penelusuran Google versi lama atau tradisional merupakan dua metode berbeda yang diaplikasikan dengan tujuan sama yaitu membantu pengguna menemukan informasi akurat dan relevan di internet. 

Sebagai teknologi baru, SGE bekerja tidak hanya berdasarkan kata kunci, tetapi dengan menganalisa dan memahami konteks pertanyaan sehingga jawabannya relevan dan informatif. Sedangkan pada penelusuran Google tradisional, bekerja dengan mencocokan kata kunci di halaman pencarian dan menampilkan daftar halaman website yang terindeks dan berisi konten relevan. 

Berikut tabel perbedaannya: 

Perbandingan

Google SGE 

Google Tradisional 

Bentuk hasil pencarian

Berupa ringkasan narasi 

Berupa tautan atau link artikel dan halaman website

Contoh hasil

‘’Jasa SEO membantu meningkatkan visibilitas brand, mengoptimasi kata kunci, perbaikan struktur teknis, dan membuat konten berkualitas agar mendapatkan traffic organik’’

‘’Rekomendasi Jasa SEO Jakarta’’
‘’Mengapa harus menggunakan Jasa SEO’’
‘’Keunggulan Crawl Compass sebagai Jasa SEO’’

Karakter jawaban

Direct answer tanpa harus membuka website

Pilihan berbagai judul artikel yang perlu di klik dan dibaca satu persatu

Pengalaman pengguna

Menyajikan sintesis informasi yang sudah diolah oleh AI

Pengguna perlu melakukan kurasi dan memilih sumber informasi secara mandiri

Kecocokan pengguna

Cocok untuk pertanyaan yang membutuhkan jawaban ringkas 

Cocok untuk riset mendalam dan mencari jawaban dari berbagai sudut pandang 

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja SEO? Ini Prosesnya Sampai Ranking di Google

Tips agar Website Direkomendasikan oleh Google Search Generative Experience (SGE)

Supaya halaman website Anda kompetitif di era pencarian berbasis AI, yang harus dilakukan adalah memfokuskan optimasi konten dalam aspek technical SEO. Berikut sejumlah strategi agar website berpeluang direkomendasikan oleh Google SGE: 

1. Fokus pada Kualitas Konten 

Mesin pencari berbasis AI kerap menyajikan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Maka dari itu, Anda perlu membuat artikel yang relevan, mendalam, dan mudah dipahami oleh algoritma sehingga berpeluang di kutip oleh Google SGE. 

Pada proses ini, Anda tidak dianjurkan membuat konten menggunakan AI dan fokus menyajikan tulisan atau artikel yang original autentik, dan memberi nilai tambah bagi para pengguna. 

2. Optimalkan SEO On-Page dan Performa Schema Markup 

Menerapkan SEO yang tepat pada halaman website merupakan pondasi utama sehingga sistem Google menandai situs Anda secara efisien. Maka dari itu, perbaiki struktur penulisan, manfaatkan meta tag serta schema markup, dan pastikan muat loading speed website agar cepat sehingga meningkatkan kenyamanan akses pengguna maupun keterbacaan di mesin pencari. 

3. Aplikasikan Prinsip E-E-A-T

Kredibilitas adalah kunci utama agar konten Anda direkomendasikan oleh Google. Dengan menerapkan standar B-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), situs Anda akan terbangun dari 3 aspek utama yaitu: 

  • Keahlian (expertise) yaitu dalam menulis artikel perlu pemahaman yang kuat dan relevan terhadap materi yang dibahas. 
  • Otoritas (authoritativeness) yaitu informasi yang disajikan diakui dan dijadikan referensi rujukan oleh pihak lain. 
  • Kepercayaan (trustworthiness) yaitu artikel menyajikan fakta yang akurat, dapat dipertanggung jawabkan, dan transparan.

Melalui penerapan Google search generative experience, halaman website Anda akan terintegrasi AI. Terobosan baru dari Google ini memadukan teknologi AI dengan sistem pencairan konvensional sehingga hasil penelusuran lebih interaktif, relevan, dan jawaban yang ringkas pada bagian atas halaman pencarian. 

Perjalanan menerapkan search generative experience pada halaman website kerap bertemu dengan berbagai masalah bagi para pemilik halaman website mulai dari anjloknya traffic akibat tingginya standar schema markup dan lain sebagainya. 

Maka dari itu peran jasa SEO profesional menjadi krusial pada proses mengaplikasikan SGE di halaman website yang bukan sekedar mencari peringkat di halaman pertama, melainkan memastikan situs Anda direkomendasikan oleh AI Google sebagai rujukan utama. 

Konsultasikan masalah optimasi SEO dengan Crawl Compass yang siap membantu Anda melalui layanan Technical SEO sehingga situs anda teroptimasi dengan baik. Konsultasikan langsung dengan tim kami untuk kebutuhan SEO Anda. Konsultasi sekarang→

Pertanyaan yang sering diajukan

1. Apa perbedaan utama Google SGE dengan Google Search Tradisional?
Google search tradisional menampilkan hasil pencarian berupa daftar link halaman website, sedangkan Google SGE menggunakan ringkasan jawaban berbasis AI.
2. Apakah Google SGE dapat menurunkan trafik organik pada halaman website?
GEO adalah pendekatan baru dalam SEO yang fokus mengoptimasi konten agar dapat dibaca, dipahami, dan dijadikan rujukan oleh sistem AI seperti SGE.
3. Apa itu GEO dan korelasinya dengan saat ini?
GEO adalah pendekatan baru dalam SEO yang fokus mengoptimasi konten agar dapat dibaca, dipahami, dan dijadikan rujukan oleh sistem AI seperti SGE.
4 Bagaimana cara agar konten muncul dalam ringkasan SGE?
Anda perlu menerapkan standar kredibilitas E-A-T, menggunakan struktur schema markup, dan menyajikan jawaban langsung yang ringkas. Dan, pastikan kecepatan performa teknis website berjalan optimal.
5. Apakah keyword research masih relevan untuk optimasi SGE?
Ya, masih sangat relevan meski fokusnya bergeser. Riset kata kunci bukan lagi mengejar short tail keywords bervolume tinggi, tetapi memetakan kueri berbasis pertanyaan dan kalimat spesifik yang kerap ditanyakan oleh pengguna.

Bacaan terkait

Dapatkan Search Journal di inbox Anda.

Artikel dan riset baru, dikirim saat kami publikasikan.