Optimasi website supaya unggul di search engine dapat dilakukan dengan cara schema markup. Cara tersebut membantu meningkatkan trafik website hingga schema markup penting dalam ranah SEO. Dengan kata lain, schema markup merupakan sinyal tambahan untuk search engine seperti Google memahami isi konten dengan baik. Selengkapnya seputar schema markup, baca artikel di bawah ini.
Apa itu Schema Markup?

Schema markup adalah sebuah kode. Kode yang mendeskripsikan informasi singkat namun informatif pada Search Engine Result Page atau halaman pencarian seperti google. Schema markup adalah tools yang tersedia di berbagai laman seperti Bing, Yahoo, Yandex, hingga Google.
Schema markup yang diaplikasikan dengan baik, membantu hasil pencarian di Google sesuai kebutuhan pengguna. Misalnya, pengguna mencari takaran kopi yang enak, lalu mencari resepnya di Google dan halaman lainnya. Kemudian, muncul di pencarian salah satu website dengan gambar menarik, peringkat bintang, dan informasi estimasi waktu memasaknya, dengan begitu website Anda lebih menarik perhatian. Itulah simulasi schema markup yang diaplikasikan pada laman web.
Schema markup dibagi menjadi 2 kategori yaitu microdata dan json-id. Kedua kategori tersebut yang paling sering digunakan dalam SEO. Sederhananya, schema markup bukan hanya memberi informasi ke search engine tentang keberadaan website Anda, tapi memberikan detail halaman yang Anda buat.
Baca Juga: Pengertian Core Web Vitals dan Pengaruhnya Pada SEO
Pentingnya Schema Markup dalam SEO

Menurut Ahrefs, schema markup berperan penting dalam SEO karena membuat rich snippets terlihat lebih maksimal dan potensial.
Rich snippets berperan meningkatkan click-through rate sehingga website menerima lebih banyak traffic. Jadi, selain meningkatkan kualitas konten, schema markup juga berpotensi mengembangkan website lebih terpercaya dan kredibel bagi pengguna.
Saat rich snippets muncul, Anda akan memperoleh keuntungan berikut ini:
- Meningkatnya CTR atau rasio klik tayang. Hasil CTR berpotensi lebih tinggi karena pengguna bisa dengan mudah melihat informasi penting dari hasil pencarian sehingga pengguna bisa dengan mudah memastikan bahwa hasil pencarian tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
- Meningkatnya SERP atau ruang tampilan, rich snippets menempati lebih banyak ruangan visual di halaman SERP sehingga mendorong kompetitor berada di posisi yang tidak terjangkau oleh layar.
Apabila tidak mengaplikasikan schema markup, risiko halaman web hanya muncul sebagai tautan biru dengan deskripsi di bawahnya lebih tinggi. Sedangkan jika mengaplikasikan tools ini, halaman web berpotensi unggul di halaman pencarian Google.
Cara Kerja Schema Markup

Semrush secara resmi merilis cara kerja schema markup di laman websitenya. Sederhananya, schema markup bekerja dengan cara membantu mesin pencari Google memahami struktur HTML web melalui tag standar schema.org. Dari pada membiarkan Google menebak hasil pencarian untuk pengguna, schema markup memberikan informasi singkat namun akurat. Karena inilah, mesin pencari bisa dengan mudah mengelompokan konten yang relevan sehingga halaman website Anda tampil potensial di halaman pencarian.
Jenis-Jenis Schema Markup dalam SEO

Setelah mengetahui schema markup itu apa, berikut 10 jenis schema markup yang dapat Anda pelajari:
1. Schema Local Business Markup
Schema markup ini ideal untuk bisnis offline seperti restoran, kedai kopi, rumah sakit, dan lainnya. Schema markup bertujuan untuk mempermudah pelanggan mencari tempat tertentu dan structured datanya berupa informasi umum seperti alamat, jam buka, info kontak, dan lainnya.
2. Event Schema Markup
Event schema markup merupakan tools untuk menampilkan informasi berupa tanggal, lokasi, dan harga tiket pada halaman pencarian. Implementasi schema markup dalam SEO memudahkan pengguna mencari informasi umum yang ringkas dari keyword yang dipakai dalam search engine.
3. Schema Video Markup
Media publikasi berupa video akan mudah ditemukan oleh pengguna apabila Anda mengaplikasikan schema markup. Tools ini akan menampilkan video dari berbagai platform seperti Youtube di halaman pencarian Google.
4. Schema Product & Offer Markup
Schema markup jenis ini berperan menampilkan informasi produk berupa harga hingga ketersediaan stok. Jika Anda pelaku usaha, maka mengaktifkan tools schema markup ini amat direkomendasikan agar produk dan layanan Anda lebih unggul dibandingkan kompetitor saat tampil di halaman Google.
5. Recipe Markup
Recipe markup cocok untuk Anda yang memiliki halaman web tentang makanan dan minuman. Dengan mengaktifkan tools ini, konten akan tampil di halaman pencarian sebagai rich snippet sehingga menandai elemen yang penting di dalam resep. Dengan begitu, konten akan muncul sesuai keyword yang dicari oleh pengguna dan mereka memiliki kesempatan untuk melihat konten tanpa klik link terlebih dahulu.
6. Schema Person Markup
Tools ini menampilkan informasi perorangan atau figur. Informasi yang ditampilkan berupa nama, tanggal kelahiran, pendidikan, pencapaian, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan biografi figur tersebut.
7. Schema Article Markup
Schema article markup adalah tools yang berperan mengolah dan menampilkan konten berdasarkan hasil pencarian. Informasi yang akan ditampilkan berupa headline, waktu publikasi, gambar, hingga video.
8. Breadcrumbs Markup
Tools ii merujuk pada link path atau lokasi halaman tertentu pada website. Schema markup jenis ini memudahkan pengguna mengakses halaman tertentu dan mengurangi bounce rate.
9. Organization Schema Markup
Schema markup ini menampilkan profil singkat sebuah organisasi dan perusahaan mulai dari kontak, lokasi, hingga logo resminya. Mengaktifkan tools ini akan mempermudah pengguna dalam mencari info perusahaan dalam sajian yang singkat dan akurat.
10. Schema Rating / Review
Tools ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan apabila Anda ingin membeli produk tertentu atau menonton film, hingga berlangganan layanan tertentu. Pasalnya, tools ini akan menampilkan ulasan singkat yang ditulis oleh orang lain pada hasil pencarian Google. Selain ulasan singkat, peringkat dan rating juga dapat terlihat langsung pada halaman hasil pencarian SERP.
Baca Juga: Mengenal Crawling: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya
Panduan Mengaplikasikan Schema Markup
Mengaplikasikan schema markup diperlukan koteks data yang jelas kepada mesin pencari search engine. Maka dari itu, agar efektifitas schema markup pada website meningkat dan menguntungkan bagi kedua pihak antara pemilik bisnis dan pengguna website, ikuti panduan mengaplikasikan schema markup di bawah ini:
- Cari schema yang umum digunakan
- Memanfaatkan dan mengaktifkan schema yang dibutuhkan
- Memperbanyak markup
Dengan begitu, tampilan Google lebih menonjol, kuantitas CTR meningkat, dan halaman website Anda tepat sasaran alias sesuai dengan target audience.
Jika Anda mengalami kendala dalam mengaplikasikan schema markup, Crawl Compass siap membantu Anda melalui layanan Technical SEO. Konsultasikan langsung dengan tim kami untuk mengatasi dan membantu kebutuhan SEO Anda. Konsultasi sekarang→



